Materi : Jumat, 19 September 2014
" DEDUKSI "
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa
penalaran dibedakan menjadi dua yaitu Penalaran tidak langsung dan penalaran
langsung. Dan Penalaran tidak langsung hanya mencakup Penalaran deduktif
dan penalaran induktif. Penalaran Deduktif ini selalu dikatakan dalam
bentuk silogisme. Yah... dengan kata lain Silogismelah yang menjadi medium
pengungkapan penalaran deduktif. Sekarang kita beranjak ke silogisme.... Pengertian
Silogisme sendiri adalah suatu bentuk argumentasi yang bertitik tolak pada
premis-premis dan dari premis-premis itu ditarik suatu kesimpulan. Maksud dari
premis-premis itu sendiri untuk memberikan bukti bahwa kesimpulan itu benar
adanya. Benar salahnya suatu kesimpulan deuduktif berdasarkan adanya rujukan
realitas, argumentasi-argumentasi deduktif yang memiliki ke khasan tersendiri.
Argumentasi-argumentasi deduktif dinilai lebih berdasarkan atas sahih (valid)
atau tidak sahih (invalid).
Apa yang dimaksud dengan Kebenaran premis? Premis akan dianggap "benar" apabila sesuai dengan realitas. Sebaliknya premis akan dianggap "salah" apabila tidak sesuai dengan kenyataan atau realita yang ada.
Sekarang kita berlanjut pada apa saja
yang terdapat pada ciri-ciri silogisme. ------> Suatu Argumentasi akan
disebut dengan silogisme apabila mengikuti atau teratur pada ciri-ciri tersebut
: (1) Semua pernyataannya (proposisi) adalah proposisi kategoris. (2) Terdiri
dari dua premis dan sebuah kesimpulan. (3) Dua premis dan satu kesimpulan
secara bersama-sama memuat tiga term (kata) yang berbeda dan masing-masing term
tampak didalam dua dari tiga proposisi. Silogisme terdiri dari dua premis
dan satu kesimpulan yaitu Premis mayor dan Premis minor dan kesimpulan.
Silogisme itu sendiri terdiri dari
3 yaitu Term mayor, Term Minor, dan Term Menengah... serta masing-masing term
muncul dalam dua dari tiga proposisi.
Sumber : dari bahan perkuliahan



Blog nya singkat dan jelass :) kasih nilaii 83 deh
BalasHapusmakaciiih yaaaa
BalasHapus90 san nilainya
BalasHapus