Rabu, 17 September 2014

Pertemuan II - Auksiologi

Materi : Selasa, 16 September 2014

Mempelajari tentang Auksiologi dan nilai-nilai yang terdapat di auksiologi


Pengertian dari Auksiologi :
~ Aksiologi berasal dari kata dalam Bahasa Yunani, yaitu AXIOS dan LOGOS.
~ Axios berarti nilai, dan Logos berarti ilmu.
~ Nilai berkaitan dengan kegunaan.
~ Aksiologi merupakan cabang Filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya.
~ Aksiologi sebagai ilmu yang membicarakan tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri.

Surisumantri menyatakan bahwa aksiologi merupakan teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. Aksiologi adalah kajian tentang kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan setiap manusia, kajian tentang nilai-nilai, khususnya estetika. Aksiologi adalah bagian dari Filsafat yang menaruh perhatian tentang yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah, serta tentang cara dan tujuan dari perbuatan setiap manusia. Aksiologi merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai perilaku etis.

Pengetahuan manusia itu cukup luas, pengetahuan itu diharapkan memiliki aspek tepat guna bagi pemiliknya. Aksiologi memberikan jawaban untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan. Nilai yang dimaksud dalam aksiologi adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang di nilai.

Fakta dan Nilai :
Aksiologi membedakan "yang ada" dengan nilai, membedakan fakta dan nilai. Untuk lebih jauh tentang apa itu nilai, perlu dibedakan dengan fakta. Fakta adalah sesuatu yang ada secara nyata dan berlangsung begitu saja. Sedangkan nilai sebagai sesuatu yang berlaku, sesuatu yang memikat / mengimbau kita. Nilai berperanan dalam suasana apresiasi, sementara fakta ditemui dalam konteks deskripsi. Fakta dapat dilukiskan secara objektif.
Fakta selalu mendahului nilai, lebih duluan fakta baru penilaian atas fakta.

3 ciri nilai
- Nilai yang berkaitan dengan subjek.
- Nilai tampil dalam konteks praktis.
- Nilai menyangkut sifat yang ditambah oleh subjek pada sifat yang dimiliki oleh objek.

Macam-macam nilai :
- Nilai Ekonomis dan,
- Nilai Estetis,

Nilai Moral :
Setiap nilai memperoleh bobot moral bila diikut sertakan dalam tingkah laku moral. Kejujuran sebagai nilai moral menjadi kosong, bila tidak diikut sertakan dengan nilai lain.


Nilai dibagi menjadi 4 kelompok
- Nilai yang menyangkut tentang kesenangan dan ketidaksenangan terdapat dalam objek yang perpadanan dengan makhluk punya indera.
- Nilai-nilai vitalitas - perasaan halus,kasar,luhur,dll.
- Nilai rohani seperti nilai estetis (tidak terikat pada permasalahan inderawi)
- Nilai religius seperti yang kudus dan tidak kudus menyangkut objek absolut.

Ada suatu hirarki dari pengelompokkan 4 nilai tersebut : Nilai vital lebih tinggi dari nilai kesenangan, Nilai rohani lebih tinggi dari nilai vital, dst.

Ciri-ciri nilai moral :
~ berkaitan dengan tanggungjawab sebagai manusia.
~ berkaitan dengan hati nurani.
~ mewajibkan.
~ bersifat formal.
Nilai moral memiliki kekuatan besar yang memaksa untuk menerimanya, walaupun bertentangan dengan hasrat kecenderungan dan kepentingan pribadi kita.

Nilai sebagai kualitas tidak ril ?
-Nilai itu tidak ada untuk dirinya sendiri.
-Nilai butuh pengemban untuk berada.
-Nilai itu bukan merupakan benda atau unsur dari benda, melainkan sifat.

Pembagian aksiologi :
Aksiologi dibagi menjadi 2 bagian : Etika(Filsafat etika) dan Estetika(Filsafat keindahan).
Etika juga mengkaji tentang prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang mendasari penilaian terhadap perilaku manusia. Contohnya tindakan yang membedakan benar-salah menurut moral, putusan moral bertindak sewenang-wenang atau bertindak sesuka hati. Etika digunakan untuk membedakan hal-hal, perbuatan-perbuatan, atau manusia-manusia lainnya.

Etika sebagai filsafat yang memuat pendapat, norma, dan istilah moral.
Etika sebagai aturan sopan santun dalam pergaulan.
Estetika mengkaji tentang prinsip-prinsip yang mendasari penilaian atas berbagai bentuk seni.
Estetika berkenaan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki manusia terhadap lingkungan dan fenomena dilingkungannya.

Peranan nilai bagi kita :
- Nilai merupakan objek sejati bagi tindakan manusia.
- Nilai mengarahkan manusia dan memberi daya tarik bagi manusia dalam membentuk dirinya melalui tindakan-tindakannya.
- Menata hubungan sosial dalam bermasyarakat.
- Memperkuat identitas kita sebagai manusia.


Nama : Susanthy Margareth Soedaryo
Nim : 705140144

             Sumber : dari bahan perkuliahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar