Jumat, 26 September 2014

Pertemuan VIII - Kebebasan

Materi : Jumat, 26 September 2014

" KEBEBASAN "


Oleh : Bapak Bonar Hutapea, M.Si



# Jiwa dan Kebebasan



  ^ Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total didunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya.
  ^ Dalam fungsi menentukan perbuatannya, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas.
  ^ Karena jiwalah manusia menjadi makhluk bebas.
  ^ Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting humanisme.


Sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kebebasan.
( Erich Fromm, The Fear of Freedom, 1960 )
Artinya adalah kebebasan menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia.

# Pandangan Determinisme
o Determinisme adalah aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia.
o Seluruh kegiatan manusia didunia berjalan menurut suatu keharusan yang bersifat Deterministik.
   - Determinisme Fisik-Biologis
   - Determinisme Psikologis
   - Determinisme Sosial
   - Determinisme Teologis

# Kebebasan sebagai eksistensi manusia
 - Kelemahan determinisme adalah menyangkal sifat multidimensial dan paradoksal manusia, menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penelitian terhadap tindakannya, menafikan adanya tanggung jawab.

# Kebebasan sebagai bagian eksistensi manusia, apa argumentnya........???


  ^ Manusia hidup dalam "kemungkinan dapat" / berhadapan dengan pilihan berbeda bobot.
  ^ Adanya tanggung jawab.
  ^ Makna perbuatan moral ada pada kebebasan.






# Apa arti kebebasan.........???

 > Pengertian umum / Kebebasan negatif / tidak ada hambatan ( tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, tidak ada halangan, dan tidak ada aturan ). Tapi, ini bukan kebebasan eksistensial. 

 > Pengertian khusus / kebebasan eksistensial 
    - Penyempurnaan diri
    - Kesanggupan memilih dan memutuskan
    - Kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan

# Jenis-jenis kebebasan

  ^ Kebebasan horizontal ( yang berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbanga intelektual ) dan kebebasan vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan, dan tingkatan nilai)
  ^ Kebebasan eksistensial (kebebasan positif, lambang martabat manusia) dan kebebasan sosial (terkait dengan orang lain, kebebasan)
  ^ Nilai humanistik dalam kebebasan eksistensial :
     - Melibatkan pertimbangan
     - Mengedepankan nilai kebaikan
     - Menghidupkan otonomi
     - Menyertakan tanggung jawab

* Kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis, dan normatif

# Empat alasan adanya pembatasan kebebasan sosial
  ^ Menyertakan pengertian
  ^ Memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
  ^ Menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
  ^ Terkait dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial

# Sejarah perkembangan masalah kebebasan
  ^ Zaman abad pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik
  ^ Zaman modern, perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik
  ^ Era kontemporer ( pasca modern ), kebebasan dipermasalahkan dari sudut pandang sosial
  ^ Kebebasan dalam pemikiran timur cenderung dilihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan pengendalian diri. 







Pertemuan VIII - Manusia Dan Afektivitasnya

Materi : Jumat, 26 September 2014

" MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA "
Oleh : Bapak Raja Oloan Tumanggor

o Kekayaan dan kompleksitas afektivitas manusia
   - Yang membedakan manusia dan tumbuhan adalah afektivitasnya.
      Afektivitaslah yang membuat manusia "BERADA"di dunia, berpartisipasi dengan orang lain.
      Afektivitaslah yang mendorong orang untuk mencintai, mengabdi, dan menjadi kreatif.
   - Cara hadir kita, di dunia diperdalam oleh afektivitas.
   - Cinta sejati adalah cinta yang membebaskan.







Contoh : Jika kalian hanya mencintai seseorang karena hartanya, berarti yang anda cintai adalah hartanya.







Thomas Aquinas : Kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda-beda, menurut bagaimana subjek menguasai objek. Keadaan afektif yang berbeda-beda ini disebut hasrat-hasrat jiwa.









o Apa yang bukan perbuatan afektif......???
   * Hidup afektif atau afektivitas adalah seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subjek sehingga ditarik oleh objek atau sebaliknya.
   * Perbuatan afektif sedikit mirip dengan " perbuatan mengenal " karena di anggap perbuatan vital / manen. 

o Kondisi afektifitas manusia :
   - Agar ada afektivitas, perlu suatu ikatan kesamaan antara subyek dan obyek perbuatan afektivitas.

o Catatan tentang cinta akan diri, sesama, dan Tuhan :
  
 - Orang sering menganggap cinta diri sendiri adalah egoisme maka tidak baik. Padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh. 
  
                               







 - Egoisme menolak setiap perhatian otentik pada orang lain. Orang egois hanya mengambil utang dari apa saja. 




 - Menurut St. Agustinus : Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing. Tuhan dasar dalam mana semua manusia saling berkomunikasi. Makin saya mendekati orang lain, maka saya mendekati Tuhan. 









Sumber : Bahan perkuliahan

Rabu, 24 September 2014

Pertemuan VII - Filsafat manusia : " JIWA DAN BADAN "

Materi : Kamis, 25 September 2014

" JIWA DAN BADAN "
Oleh : Bapak Raja Oloan Tumanggor

> Badan dan Jiwa : 
    o Satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan
    o Satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia
    o Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia

> Pembahasan kita :
    o Dua aliran yang melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang : Monoisme dan Dualisme
    o Tanggapan terhadap kedua aliran
    o Pengertian dan hakekat badan dan jiwa

Monoisme  adalah aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan 2 unsur yang terpisah

> Tiga bentuk aliran :
   o Materialisme : Menempatkan materi sebagai dasar bagi segala hal yang ada (fisikalisme)
   o Teori Identitas : Menekankan hal berbeda dari materialisme, tapi mengakui aktivitas mental manusia
   o Idealisme : Ada hal yang tak dapat diterangkan semata berdasarkan materi, tetapi ada unsur-unsur seperti pengalaman, nilai, dan makna

Dualisme  : Badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada didalam pengertian dan objek

> Empat cabang dualisme :
   o Interaksionisme : Fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa
   o Okkasionalisme : Memasukkan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa
   o Paralelisme : Sistem kejadian ragawi terdapat dialam, sedangkan sistem kejadian ada pada jiwa manusia
   o Epifenomenalisme : Melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi syaraf, satu-satunya unsur untuk menyelidiki proses kejiwaan adalah syaraf

> Tanggapan singkat : 
    o Pandangan monoisme bertentangan dengan hakekat manusia sesungguhnya
        Plato berkata badan dan jiwa punya sifat yang berbeda. Badan sementara, jiwa abadi. Kelemahan materialisme = tidak bisa melihat bahwa pengalaman bersifat personal.

     o Pandangan dualisme khususnya paralelisme yang mengatakan badan jiwa dua hal yang terpisah, tidak terkait, sulit diterima. Perbuatan baik muncul dari niat yang baik. Manusia adalah makhluk rohani dan sekaligus jasmani.

" Badan Manusia "
Badan : adalah elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia
Apa pengertian badan.................??
        Secara tradisional,,, badan adalah kumpulan berbagai entitas material yang membentuk makhluk
        Membicarakan tubuh adalah membicarakan diri (Gabriel Marcel)
Dalam seluruh aktivitas entitas yang terjadi dalam badan : Tertawa, menangis, berjalan, lari, & duduk

" Jiwa Manusia "
Badan manusia tidak memiliki apa-apa tanpa jiwa.
Tidak ada keakuan bila dilepaskan dari jiwa.

Dalam pandangan tradisional, jiwa - makhluk halus, tidak bisa ditangkap oleh indera.
Jiwa menyadarkan manusia siapa dirinya.

Menurut James. P. Pratt menunjukkan empat kemampuan dasar jiwa manusia :
  o Menghasilkan kualitas penginderaan
  o Mampu menghasilkan makna yang berasal dari penginderaan khusus
  o Mampu memberi tanggapan penginderaan
  o Memberi tanggapan pada proses yang terjadi dalam pikiran demi kebaikan

Menurut St.Agustinus, manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakannya karena dorongan dari jiwa.

Kesimpulan : 
   o Realitas manusiawi - realitas prinsipal terbentuk dari 2 elemen yaitu : Material dan Spiritual
   o Badan jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk eksistensi manusia
   o Badan manusia bukan mekanistik, tapi dinamika dari jiwa itu sendiri


Sumber : Dari bahan materi perkuliahan psikologi - Universitas Tarumanagara

Pertemuan VI - Filsafat Manusia

Materi : Selasa, 22 September 2014

" FILSAFAT MANUSIA "
Oleh : Bapak Bonar Hutapea, M Si.



Apa itu filsafat? Dan apa itu perenungan kefilsafatan?
Filsafat sebagai perenungan juga dicirikan oleh :
(-) Mengkaji segala hal secara kritis
(-) Menggunakan metode dialektis
(-) Berusaha mencapai realitas terdalam (arkhe)
(-) Bertujuan menangkap tujuan ideal realitas
(-) Mengetahui bagaimana harus hidup sebagai manusia

Jadi, filsafat sebagai hasil perenungan, filsafat sebagai kritik, filsafat sebagai ilmu yang berusaha mencari kebenaran secara metodik, , ,sistemati, , , rasional, , , runtut, , , radikan dan bertanggung jawab. 
Orang berfilsafat mau diganggu oleh sejumlah pertanyaan.

Apa itu filsafat manusia....???
* Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia / menyoroti hakikat atau esensi manusia.
* Hasrat untuk tau siapa dan apakah manusia, memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia,,,hakikat hidup manusia,,, dan realitas eksistensi manusia.
Maka filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
Definisi yang baik adalah dibolak-balik tidak pernah salah, tetapi akan selalu benar.
Manusia adalah makhluk yang bisa bertanya.
Manusia adalah Eksis, dan eksis sendiri adalah ada diruang dan waktu.

Istilah terkait filsafat manusia : 
Dulu : (-) Psikologi filosofis, (-) Psikologi rasional
Sekarang : (-) Filsafat manusia, (-) Antropologi filofis (antropos = manusia utuh)



Apa perlunya mempelajari filsafat manusia....??
Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib (sampai tingkat tertentu) menyelidiki arti yang dalam dari “yang ada”.

Manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Boleh saja, tidak harus tau segala hal, tapi sekurang-kurangnya harus mengenal dan mengerti diri sendiri secara mendalam.

Jadi relevankah filsafat manusia? = Ya, manusia itu dinamis, misteri dan paradoksal.
Mis : (Mau baik tapi godaan banyak, mau lurus tapi masih berbelok-belok)

Metode filsafat manusia....?
Yaitu refleksi(bercakap-cakap dengan diri sendiri, perenungan) , analisa transendental ( membayangkan diluar itu seperti apa?, manusia itu kemana perginya?) ( melampaui ) dan sintesa( dipadukan/dibandingkan dari berbagai pendapat).
Juga : ekstensif(luas), intensif(mendalam), dan krtis(jangan langsung percaya, tapi tanyakan atau mencari kepastian kebenarannya dulu)(pertanyaan yang sangat mendalam).

Objek filsafat manusia.....!!
 Objek Material : Manusia
 Objek Formal : Esensi manusia, strukturnya yang fundamental

Dari mana datangnya pertanyaan mengenai manusia :
(-) Kekaguman,
(-) Ketakjuban,
(-) Frustasi, 
(-) Delusi,
(-) dan pengalaman negatif



  • “aku menjadi masalah besar bagi diriku” kata Augustinus yang sedih karena kematian temannya
  • “karena kita adalah manusia yang akan mati....... kita tidak akan puas dengan perubahan formasi sosial melulu, tetapi kita ingin mengetahui persoalan pribadi” kata adam schaft
  • Refleksi filosofis tentang manusia dapat tumbuh dari pengalaman akan kehampaan, alienasi, rutinitas, dan absurditas sebagaimana digambarkan oleh albert camus.
Apa saja yang dibahas dalam filsafat manusia :
  • Mencari ke khasan manusia
  • Manusia sebagai “ada-di-dunia”
  • Evolusi
  • Antarsubyektivitas (sosialitas manusia)
  • Manusia sebagai eksistensi bertubuh
  • Transendensi
  • Manusia sebagai roh
  • Pengetahuan manusia
  • Kebebasan
  • Kesejarahan / historisitas
  • Kebudayaan, sains dan teknologi
  • Dimensi antropologis dari pekerjaan
  • Manusia sebagai pribadi/persona
  • Kematian dan harapan
(Jangan pernah melihat dari masa lalu seseorang tapi kita harus melihat kedepannya, kemudiannya, dan masa kini) karna setuju dengan historisitas




Sumber : dari bahan perkuliahan

Selasa, 23 September 2014

Pertemuan V dan Pertemuan VI "Etika dan Moral"

Materi : Selasa, 23 September 2014

" ETIKA DAN MORAL "
Oleh : Romo Carolus


Etika sebagai cabang filsafat juga disebut filsafat moral (moral philosophy). Secaran etimologis, etika berasal dari kata Yunani = ethos : watak. Sedangkan moral berasal dari kata latin : MOS ( tunggal ), MORIS ( jamak ) artinya kebiasaan. Jadi etika atau moral dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kesusilaan. Objek material dalam etika adalah tingkah laku dan perbuatan manusia. Objek formal dalam etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidak bermoral dari tingkah laku tersebut. Menurut Bertens, etika berasal dari bahasa Yunani kuno...ethos dalam bentuk tunggal artinya padat, kebiasaan, adat istiadat, dan akhlak yang baik. Dari asal usul kata etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Etika menurut kamus besar Bahasa Indonesia : (-) Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tetang hak dan kewajiban moral (akhlak) (-) Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. (-) Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Etika dibedakan menjadi 2 yaitu (-) Etika Peringai dan (-) Etika Moral.

Arti Etika :
* Etika sebagai Ilmu 
       Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral
* Etika sebagai kode etik 
       Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak
* Etika sebagai sistem nilai
       Nilai mengenai benar-salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat

Objek Material dan Objek Formal Etika :
* Objek Material adalah suatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran, suatu hal yang diselidiki, atau suatu hal yang dipelajari.
* Objek Fomal adalah cara memandang atau meninjau yang dilakukan seorang peneliti / ilmuwan terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakannya.

* Objek Material Etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia (perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas)
* Objek Formal Etika adalah kebaikan dan keburukan, bermoral tidak bermoral dari tingkah laku tersebut

Etika sebagai cabang filsafat :
Etika merupakan cabang filsafat yang mengenakan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral, atau menerjemahkan pelbagai nilai itu kedalam norma-norma, lalu menerapkannya pada situasi kehidupan konkret. Sebagai ilmu, etika mencari kebenaran (dan kebenaran) yang sedalam-dalamnya. Sebagai tugas, etika mencari ukuran tentang baik-buruknya tingkah laku manusia. 

Berdasar kajian ilmu :
* Etika Normatif : mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
* Etika Fenomenologis : mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma,dsb.

Tujuan belajar etika :
Untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia dalam ruang dan waktu.

Etika Deskriptif :
Dalam etika deskriptif, etika membahas apa yang dipandangnya.
Etika deskriptif melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas.
Etika deskriptif mempelajari moralitas yang terdapat pada individu dan kebudayaan atau subkultur tertentu, atau dalam suatu periode sejarah.

Fenomenologi Kesusilaan :
Fenomenologi  = Fenomenon + Logos
Fenomenon = Sesuatu yang tampak, yang terlihat karena bercahaya( sering bercahaya )
Logos = uraian, percakapan
Fenomenologi : Uraian atau percakapan tentang fenomenon atau sesuatu yang sedang menampakkan diri, atau sesuatu yang sedang menggejala
Ciri pokok fenomenologi adalah menghindarkan pemberian tanggapan mengenai kebenaran

Metaetika :
Meta dalam bahasa Yunani melebihi, melampaui, setelah, diluar, tentang. 
Istilah metabahasa diciptakan untuk menunjukkan bahwa yang dibahas bukanlah moralitas secara langsung, melainkan ucapan-ucapan dibidang moralitas.
Persoalan yang menyangkut metaetika adalah persoalan yang rumit.

Etika Umum :
Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip dasar yang berlaku bagi segenap tindakan manusia

Etika Khusus :
Etika khusus membahas prinsip-prinsip moral dasar itu dalam hubungan dengan kewajiban manusia dalam pelbagai lingkup kehidupannya. Etika khusus dibagi menjadi 2 bagian yaitu : (-) Etika individual dan (-) Etika Sosial

Etika Individual yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri
Etika sosial yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia

Etika Profesi :
Etika profesi adalah etika sosial yang menyangkut hubungan antar manusia dalam satu lingkup profesi dan masyarakat pengguna profesi tersebut

Ciri-Ciri Etika :
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
* Adanya pengetahuan khusus
* Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi
* Mengabdi pada kepentingan masyarakat
* Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi
* Menjadi anggota dari suatu profesi

Prinsip-prinsip etika profesi :
(-) Tanggung jawab (-) Keadilan (-) Otonomi

Kode Etik :
Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun ditempat kerja

Aliran pemikiran Etika :
(-) Deontologisme adalah etika kewajiban yang didasarkan pada instuisi manusia tentang prinsip-prinsip moral
(-) Etika situasi adalah kebenaran satu tindakan ditemukan dalam situasi konkret individual atau bagaimana situasi itu mempengaruhi kesadaran individual

Beda etika dan moral :
Ada sedikit perbedaan dalam penggunaanya sehari-hari : moral/ moralitas digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai ; etika digunakan untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang ada

Beda etika dan etiket :
Etiket hanya berlaku dalam pergaulan ; etika tidak tergantung pada hadir tidaknya orang lain

Beda etika dan agama :
Etika sebagai cabang filsafat bertitik tolak pada akal pikiran, bukan agama.
Agama bertitik tolak dari wahyu Tuhan melalui kitab suci.

Sumber : dari bahan perkuliahan


Tentang teman-teman dan kelompok kami

Nah........... waktu hari Senin kemarin... Pak Carolus dan Pak Raja memberikan tugas dan dibuat dalam bentuk kliping..... ini dia foto waktu kita mngerjakan bersama-sama .....














Dan ini hasil tugas kliping tersebut :


pengenalan tentang saya

Tentang saya ........ !!!
Kita mulai.... !!!








Hai............. Nama saya Susanthy Margareth Soedayo. Biasa dipanggil Shanty. Saya lahir di Manokwari tanggal 27 maret 1996. Saya dari TK sampai dengan SMA di Manokwari ( Papua Barat ) jauh yaaaa dari Jakarta. Hehehe........ :D Oh iyaaa... salah satu hobby saya itu membaca novel dan menyanyi,,, pokoknya kalau pas singgah ke Toko Buku Gramedia atau Gunung Agung,, pasti yang pertama saya cari adalah Novel, dan kalau saya udah bosan banget... pasti cari tempat refreshingnya ke tempat karaoke keluarga seperti Diva, Happy Pappy, dll. Saya itu sangat pemalu dan kurang percaya diri.  Dan setelah saya lulus SMA saya memilih untuk melanjutkan jenjang perkuliahan di Jakarta...... waaaaw jauh banget. dan baru kali ini belajar untuk hidup mandiri dan mengurus diri pun sendiri. :( ya pastinya awalnya sediih bangeeet. keluarga juga semua pada sedih..kan saya anak tunggal.. paling disayang lah dalam keluarga. karna anak yang paling heboh,, cerewet dan meramaikan suasana rumah itu sayaaa..... tapi demi melihat keberhasilan saya,,,mereka setuju untuk menyekolahkan saya di Universitas Tarumanagara, Jakarta. :) Saya memilih untuk mengambil jurusan psikologi karna memang keinginan, impian, dan cita-cita saya memang mau menjadi psikolog. Kegiatan perkuliahan dimulai dari tanggal 18 Agustus 2014. Dan saya juga baru tau kalau ada sistem pembelajaran blokSatu semester terdiri dari empat blok. Materi di blok pertama adalah pengantar psikologi. Dan sekarang saya dan teman-teman yang lain sudah beranjak masuk pada blog selanjutnya(blog kedua) yaitu blog Filsafat dan Logika. Dalam benak saya kata filsafat sudah diartikan "rumit dan sulit". Awalnya pertanyaan pertama yang keluar dari benak saya adalah....Kenapa harus belajar filsafat? Apa keterkaitan pelajaran ini dengan jurusan psikologi? Ternyata sekarang terjawab..... bahwa belajar filsafat itu tidak menyeramkan, tidak terlalu sulit, dan untungnya lagi... para tim Dosen nya sangat baik, dan bisa selalu memberikan contoh tentang apa yang terkait dalam materi filsafat tersebut. Jadi...... intinya pelajaran tersebut tidak terlalu membuat saya bosan. Dan sekarang kita lanjutkan saja pada perkenalan tentang kelompok saya........ dalam blog filsafat ini saya dibentuk sebuah kelompok, kelompok ini dibentuk secara acak. Dan tujuannya supaya kita bukan berteman hanya dengan orang- orang terdekat yang saya kenal saja,tapi saya bisa berteman dan bisa lebih dekat dengan teman-teman yang saya pun belum terlalu mengenal tentang mereka. Dan ternyata satu kesimpulan yang saya dapati....teman-teman kelompok saya sangat kompak, mereka juga baik, dan mereka sangat kreatif. Kami memberi nama kelompok ini dengan nama "THICK BOOK" Kelompok THICK BOOK terdiri dari 7 orang anggota, diantaranya : Shanty(saya sendiri), Hanny, Cynthia, Valen, Michelle, Ilham dan Rendy. Dan ini dia foto kelompok kami : 
Sekian ya perkenalan dari saya dan dari kelompok Thick Book........

Senin, 22 September 2014

Pertemuan V - Kesesatan Pemikiran ( Fallacia )


Materi : Senin, 22 September 2014

Kesesatan Pemikiran ( Fallacia )

Oleh : Bapak Raja Oloan Tumanggor



Definisi :
Apa itu Fallacia.....??
Fallacia adalah kesalahan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan karna penalaran yang tidak sehat. 
Kesalahan fakta itu seperti : Presiden Amerika Serikat Barack Obama lahir di Indonesia.
Kesalahan penalaran seperti kesalahan berpikir dan kesalahan cara menyimpulkan.
Kesalahan berpikir itu termasuk kesesatan formal, Kesesatan formal itu seperti melanggar rumus-rumus logika. 
Kesalahan cara menyimpulkan / penyimpulan itu termasuk kesesatan informal.

Contoh yang termasuk kesesatan formal adalah "Semua penodong berwajah seram. Semua pengamen berwajah seram. Jadi, semua pengamen adalah penodong." 

 Kesesatan informal adalah menyangkut kesesatan dalam bahasan. 
 Misalnya : kesesatan diksi
 Contoh yang termasuk kesesatan informal adalah penempatan kata depan yang keliru : "antara hewan dan manusia memiliki perbedaan"

 Ungkapan yang keliru seperti " Pencuri kawakan itu, berhasil diringkus polisi minggu lalu. 
 Diubah menjadi : " Polisi berhasil meringkus pencuri itu minggu lalu "

 Mengacu posisi subjek atau predikat : karena tidak mengerjakan PR, guru menghukum anak itu.
 * Amfibali : sesat karna struktur kalimat bercabang
 * Kesesatan akses / prosodi : sesat karna penekanan yang salah dalam pembicaraan
 * Kesesatan bentuk pembicaraan : sesat karna orang menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berperilaku yang lain
 * Kesesatan aksiden : yang aksidental (bukan yang utama) dikacaukan dengan hal yang hakiki
 * Kesesatan karna alasan yang salah : konklusi ditarik dari premis yang tidak relavan
  

 Kesesatan Presumsi : kesesatan ini muncul bila kebenaran dari konkulsi yang seharusnya dibuktikan
* Analogi palsu : membuat isteri bahagia seperti membuat hewan piaraan bahagia. dengan membelai kepalanya dan memberi banyak makanan. 
* Deduksi catat : Barangsiapa memberi sumbangan, maka dia pasti orang baik. Andi pasti orang baik.
* Pikiran sederhana : karna ia tidak beragama, maka ia pasti tidak bermoral.

Kesesatan karna menghindari  persoalan :  
* Argumentum ad hominem : kesesatan timbul karna argumentasi dialihkan dari pokok persoalan ke orang atau pribadi
* Argumentum ad populum : ditujukan kepada massa atau orang banyak dengan cara menggugah perasaan mereka supaya menyetujui atau mendukung suatu pendapat atau argumentasi
* Argumentum ad misericordiam : timbul karena argumentasi dialihkan dari persoalan ke rasa belas kasihan
* Argumentum ad baculum ( tongkat ) : terjadi karna ancaman
* Argumentum ad auctoritatem : timbul karna dukungan argumentasinya didapatkan dari kewenangan
* Argumentum ad ignorantiam : timbul ketika argumentasi didasarkan pada ketidaktahuan
* Argumentum demi keuntungan seseorang : seorang pria kaya mau membiayai kuliah seseorang mahasiswi asal mahasiswi tersebut mau menjadi isterinya
* Kesesatan non causa pro causa : terjadi karena orang salah menentukan penyebabnya

Sekian dulu yaaaaa...........


Sumber : dari bahan perkuliahan

Pertemuan V - Silogisme

Materi : Senin, 22 September 2014

" SILOGISME " 
Oleh : Romo Carolus




Apa itu Silogisme....??
Silogisme adalah suatu simpulan dimana dari putusan (premis-premis) disimpulkan suatu putusan yang baru. Terdapat prinsip pada Silogisme yaitu "bila premis benar, maka penyimpulannya benar"
Dan terdapat dua macam Silogisme yaitu Silogisme Kategoris dan Silogisme Hipotesis

Apa itu Silogisme Kategoris....??
Silogisme Kategoris adalah silogisme yang premis-premis dan kesimpulannya berupa keputusan kategoris (pernyataan tanpa syarat). Seperti contoh : M-P = Perbuatan jahat itu haram
                                                                                    S-M = Menghina itu adalah perbuatan jahat
                                                                                    S-P = Maka, menghina itu haram
Terdapat juga ciri-ciri khas pada silogisme kategoris yaitu "Karena itu, maka dari situ, dll"
Catatan untuk Silogisme Kategoris ialah tentukan lebih dulu simpulan. Jika kesimpulan sudah dirumuskan tentukan alasannya. 
(-) Silogisme Kategoris Tunggal ialah mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S,P,M
Dan sekarang kita mengenal dulu dengan bentuk-bentuk pada silogisme kategoris tunggal yaitu :
(1) M adalah S dalam premis mayor dan P dalam premis minor. Aturannya adalah : Premis minor harus sebagai penegasan, sedang premis mayor bersifat umum. 
(2) M jadi P dalam premis mayor dan minor. Aturannya adalah salah satu premis harus negeatif akan tetapi mayor bersifat umum. 
(3) M menjadi S dalam premis mayor dan minor. Aturannya adalah premis minor harus berupa penegasan dan simpulannya bersifat partikular.
(4) M adalah P dalam premis mayor dan S dalam premis minor. Aturannya adalah premis minor harus berupa penegasan, sedangkan simpulan bersifat partikular.
(-) Silogisme Kategoris Majemuk diartikan sebagai bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari 3 premis. Dan sekarang kita akan mengenal jenis-jenis yang terdapat pada Silogisme Kategoris Majemuk diantaranya ialah ada (1) Epicherema dapat diartikan secara sederhana sebagai silogisme yang salah satu / kedua premisnya disertai alasan. (2) Enthymema dapat diartikan juga sebagai silogisme yang didalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit. Salah satu premisnya dilampaui, dan disebut juga silogisme yang disingkat. (3) Pollisilogisme dapat diartikan juga sebagai deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya. (4) Sorites dapat diartikan juga sebagai silogisme yang premis-premisnya lebih dari dua. Putusan-putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian, sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya. 

Sekarang kita akan memasuki dan mengenal lagi mengenai Hukum Silogisme Kategoris (tentang isi dan luas S dan P) yaitu (1) Silogisme tidak boleh mengandung lebih dari tiga term (S,M,P). Kurang dari pada tiga, berarti tidak ada silogisme. Dan sebaliknya jika lebih dari tiga term artinya tidak ada perbandingan. Ketiga term tetap sama artinya. Karna dalam silogisme S dan P disatukan oleh perbandingan masing-masing dengan M. (2) M tidak boleh masuk dalam kesimpulan, Karna M berfungsi mengadakan perbandingan dengan term-term. (3) Term S dan P dalam simpulan tidak boleh lebih luas dari premis-premisnya. Jika S dan P dalam premis partikular, maka dalam simpulan tidak boleh universal. Apabila dilanggar akan terjadi Latius Hos (menarik kesimpulan yang terlalu luas). Kita mengenal Silogisme sampai disini dulu yaaa...... karna kita akan belajar mengenal tentang apa itu Kesesatan. 

 

Sumber : dari bahan perkuliahan

Sabtu, 20 September 2014

Pertemuan IV - - - CRITICAL THINGKING

Materi : Jumat, 19 September 2014

" CRITICAL THINGKING"



Berpikir Kritis : (-) Merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati / memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu (Chaffee, 1990) 
                             (-) Pemeriksaan / pengamatan atas sesuatu asumsi tentang bukti terbaru dan mengintepretasikan dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu perspektif baru (Strader, 1992)

Karakteristik Berpikir Kritis :( 1 ) Rasional, Reasonable, dan Reflektif

(-) Berdasarkan alasan-alasan dan bukti-bukti ; bukan atas dasar keinginan pribadi 
(-) Pemikir kritis tidak "melompat pada kesimpulan" ; buruh waktu untuk koleksi data, timbang fakta, dan pikirkan setiap permasalahan

                                                     ( 2 ) Melibatkan Skepticism yang sehat dan konstruktif
(-) Tidak menerima atau menolak ide-ide, kecuali karena mengerti hal tersebut.
(-) Menaati peraturan setelah berpikir panjang dengan mencari pemahaman, merasionalisasikannya, mengikuti yang masuk akal, dan bekerja untuk memperbaiki yang tidak masuk akal.

                                                     ( 3 ) Otonomi
(-) Tidak mudah dimanipulasi
(-) Berpikir dengan pikiran sendiri, dibandingkan diarahkan oleh anggota grupnya

                                                     ( 4 ) Kreatif
(-) Menciptakan ide-ide orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran-pemikiran dan konsep

                                                     ( 5 ) Adil
(-) Tidak bias dan tidak mudah berpihak pada yang lain

                                                     ( 6 ) Dapat dipercaya dan dilakukan
(-) Memutuskan tindakan yang akan dilakukan
(-) Membuat observasi yang dapat dipercaya
(-) Menegakkan kesimpulan secara tepat
(-) Mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntutan, dan tindakan

Pemikir kritis di psikologi akan mempraktekkan keterampilan kognitif dalam (-) Analisa (-) Aplikasi standar (-) Diskriminasi (-) Pencarian informasi (-) Pembuatan alasan logis (-) Prediksi (-) Transformasi pengetahuan 











Model berpikir kritis : T = Total Recall                             
                                       H = Habits
                                        I = Inquiry
                                       N = New ideas and creativity 
                                       K = Knowing how you think

* Total Recall (Pemanggilan Total) adalah untuk mengingat fakta / suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukannya ketika dibutuhkan. 
* Habits (Kebiasaan) adalah pendekatan berpikir yang diulang-ulang dengan sering.
* Inquiry (Pencarian Informasi) adalah memeriksa isu-isu secara mendalam dengan menanyakan hal-hal yang terlihat nyata.
* New Ideas and Creativity (Ide-ide baru dan kreatifitas) adalah Model ini membuat seseorang berpikir melebihi buku sumber.
* Knowing How You Think (Mengetahui apa yang anda pikirkan) adalah Berpikir tentang bagaimana seseorang berpikir.


Nama : Susanthy.M.S
Nim : 705140144


Sumber : dari bahan perkuliahan