Materi : Jumat, 19 September 2014
" Induksi "
Ciri dasar berpikir induksi adalah selalu tidak lengkap.
Disatu pihak, penalaran induksi memiliki persamaan dengan deduksi, yaitu kedua-duanya mendasari argumentasi-argumentasinya dari premis-premis yang mendukung kesimpulan. Perbedaan mendasarnya adalah argmentasi dalam penalaran induksi yang tepat akan mempunyai premis-premis yang benar/tepat, namun kesimpulannya dapat tidak tepat/salah. Hal ini terjadi karena disebabkan oleh argumentasi-argumentasi dalam penalaran induksi yang tidak membuktikan bahwa kesimpulan itu benar. Premis hanya menetapkan bahwa kesimpulan hanya berisi suatu kemungkinan, sebab premis hanya mengandung sebagian dari bukti atau data yang dibutuhkan kesimpulan. Kesimpulan dari argumentasi induktif berupa pernyataan umum yang didasarkan pada premis-premis mengenai sampel-sampel khusus. Karena itu, argumentasi-argumentasi induksi akan menjadi lebih kuat apabila jumlah kasus individualnya meningkat (diperbanyak).
Sekarang kita lanjut pada Ciri-ciri pada penalaran induksi yaitu (1) Premis-premis dalam penalaran induksi merupakan proposisi empiris yang berhubungan langsung dengan observasi indera. Indera akan menangkap dan akal yang akan menerima. (2) Kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas dari pada apa yang dinyatakan pada premis-premisnya. (3) Meskipun kesimpulan induksi itu tidak mengikat, akan tetapi manusia yang normal pasti akan menerimanya, kecuali apabila ada alasan untuk menolaknya. Jadi.... dapat dikatakan bahwa kesimpulan induksi itu memiliki kredibilitas rasional yang disebut probabilitas.
Gerenalisasi induktif : * Proses induksi dapat dibedakan menjadi Generalisasi Induksi, Analogi Induktif, dan Hubungan sebab akibat. Generalisasi induktif merupakan proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala atau sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua. Menarik kesimpulan seperti contoh tersebut adalah melakukan generalisasi berdasarkan fakta-fakta tunggal yang diamati ataupn yang dialami. Dan kita harus memperhatikan beberapa syarat generalisasi yaitu (1) Generalisasi tidak terbatas secara numerik. (2) Generalisasi tidak terbatas secara "spasiotemporal" (3) Generalisasi harus dapat dijadikan dasar pengandaian. Analogi induktif : Dalam melakukan perbandingan ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu Persamaan dan Perbedaan. Analogi yaitu persamaan diantara dua hal yang berbeda. Analogi dalam penalaran adalah analogi induktif artinya suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lainnya yang memiliki sifat-sifat esensial yang sama. Yang terpenting dalam analogi induktif adalah apakah persamaan yang dipakai sebagai dasar kesimpulan sungguh-sungguh merupakan ciri-ciri esensial yang berhubungan erat dengan kesimpulan yang dikemukakan.
Faktor-faktor probabilitas Kebenaran kesimpulan dalam logika induktif, baik itu generalisasi maupun analogi induktif bersifat tidak pasti. Probabilitas adalah keadaan pengetahuan antara kepastian dan kemungkinan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kesesatan dalam penalaran induktif, yaitu Faktor tergesa-gesa, faktor ceroboh, faktor prasangka.
Hubungan sebab akibat : Bentuk penalaran induksi yang ketiga adalah hubungan sebab akibat. Hubungan sebab akibat seringkali dikaitkan bahwa keadaan yang terjadi disebabkan oleh keadaan atau kejadian lainnya.


lengkap san, update terus ya 90
BalasHapus