Jumat, 19 September 2014

Pertemuan IV - Confirmation, Inference, and Theory Construction

Materi : Jumat,19 September 2014

   " Konfirmasi, Inferensi, dan Konstruksi Teori "



Konfirmasi !!!
Etimologi : Confirmation (bahasa Inggris) = Penegasan, memperkuat untuk mencari kepastian.
Menurut filsafat ilmu fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan yang dilihat dari fakta. Sifatnya : Interpretatif. 2 aspek konfirmasi adalah Konfirmasi kuantitatif dan Konfirmasi Kualitatif. Konfirmasi Kuantitatif untuk memastikan kebenaran, ilmu pengetahuan mengemukakan konfirmasi aspek kuantitatif. Konfirmasi Kualitatif untuk menunjukkan kebenaran karena konfirmasi kuantitatif tidak bisa dilaksanakan, maka harus menjalankan konfirmasi kualitatif. Konfirmasi berupaya mencari hubungan yang normatif antara hipotesis (kesimpulan sementara) yang sudah diambil dengan fakta-fakta (evidensi), misalnya : Hipotesis. 3 jenis konfirmasi antara lain Decision theory, Estimation theory, dan Reability theory. Decision Theory adalah kepastian berdasarkan keputusan. Estimation Theory adalah menetapkan kepastian dengan memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas. Reability theory adalah menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta/evidensi yang berubah-berubah terhadap hipotesis.

Kata Inferensi artinya penyimpulan. Penyimpulan diartikan sebagai proses membuat kesimpulan (conclusion). Proses Inferensi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan). Inferensi bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki bergerak ke pengetahuan yang baru. Penyimpulan bisa berupa "mengakui" atau "memungkiri". Didalam logika proses penarikan konklusi dapat 2 cara : Inferensi Deduktif dan Inferensi Induktif. Inferensi Deduktif terbagi ke dalam dua jenis.Inferensi tidak langsung dan inferensi langsung. Inferensi tidak langsung disebut juga sebagai inferensi silogistik. Inferensi langsung ialah penarikan kesimpulan (konklusi) hanya dari sebuah premis (pernyataan). Premis yaitu data, bukti, atau dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan. Inferensi tidak langsung ialah penarikan kesimpulan (konklusi) dengan menggunakan dua premis. Premis-premis merupakan proposisi-proposisi yang digunakan untuk membuat konklusi. Proposisi-proposisi yang menjadi premis-premis dalam suatu silogisme disebut antesendens, sedangkan proposisi yang menjadi konklusi disebut konsekuens. 

Predikat konkluis disebut term mayor, sedangkan subyek konklusi disebut term minor. Premis yang mengandung term mayor disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung term minor disebut premis minor. 

Hukum-hukum Inferensi :
- kalau premis-premis benar, maka kesimpulan benar.
- kalau premis-premis salah, maka kesimpulan dapat salah, dapat kebetulan benar.
- bila kesimpulan salah, maka premis-premis juga salah.
- bila kesimpulan benar, maka premis-premisnya dapat benar, tetapi dapat juga salah.

Konstruksi Teori :
Definisi : Teori = model / kerangka pikiran yang menjelaskan fenomen alami / sosial tertentu.

Pengelompokkan perkembangan ilmu pengetahuan dalam 3 periode yaitu Animisme, Ilmu empiris, Ilmu teoretis.

3 model konstruksi teori yaitu Model Korespondensi, Model Koherensi, Model Paradigmatis
3 aliran dalam konstruksi teori yaitu Reduksionisme, Instrumentalisme, Realisme


 Sumber : dari bahan perkuliahan

 

2 komentar: