Kamis, 06 November 2014

Perkembangan dalam Berkarier

Perkembangan dalam Berkarier
Pengertian Karier
     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Karier adalah perkembangan dan kemajuan di kehidupan, pekerjaan, dan jabatan (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2000).
     Menurut Amaryllia Puspasari. Karier adalah suatu proses pembentukan perjalanan seumur hidup yang berasal dari proses pengelolaan keahlian, ilmu pengetahuan maupun pengalaman (Puspasari, 2011).
     Maka dapat disimpulkan bahwa karier adalah suatu prestasi yang dicapai. Karier juga adalah suatu pengalaman atau rangkaian perilaku yang dilihat dari kinerja pekerjaan yang berkelanjutan dan mendapat apresiasi dari orang lain.    

Perbedaan Karier dengan Pekerjaan
     Perbedaan Karier Menurut Amaryllia Puspasari. Pekerjaan memiliki definisi sebagai suatu hal yang dilaksanakan oleh seorang individu sebagai bagian dari mendapatkan penghasilan. Mekanisme dari pekerjaan itu sendiri adalah suatu proses pekerjaan dimana pekerjaan tersebut digunakan untuk memberikan kompensasi. Karier adalah suatu proses pengelolaan keahlian, ilmu pengetahuan maupun pengalaman.
     Didalamnya juga melibatkan banyak material dan nilai yang dimiliki oleh individu itu sendiri dalam hidupnya, seperti keluarga, sahabat, teman, pendidikan, pekerjaan maupun hubungan yang dimiliki dalam kehidupan individu yang dimaksud itu sendiri. Cara membedakan kedua hal tersebut secara nyata adalah karier biasanya dapat terbentuk dari pekerjaan yang dimiliki dan dilengkapi dengan komitmen dan integritas dalam menekuni pekerjaan yang dilakukannya. Seorang yang bekerja disebabkan untuk mencari uang saja, tentu akan terlihat sebagai orang yang sangat komersial.

Faktor Penghambat dalam Berkarir
      Ada beberapa faktor yang menghambat dalam berkarier karena tidak bisa megatur prioritas, suka menunda pekerjaan, selalu menghindari resiko, terlalu takut gagal, dan malas membangun jaringan (“Lima faktor penghambat suksesnya karir,” 2013).
      Setiap orang cenderung menghindari kegagalan. Maka atasi kegagalan tersebut dengan mengubah pola pikir dengan meghilangkan rasa takut, bersikap cuek, ekspetasi terlalu tinggi, jangan mudah menyerah, jangan mudah pesimis (“Kalahkan lima sikap penyebab kegagalan,” 2012).

Faktor Keberhasilan dalam Berkarier
      Pekerjaan merupakan salah satu tolak ukur dari seberapa sukses karier yang dijalani saat ini. Tidak semua pekerjaan berjalan dengan mulus. Segala hal tentu memiliki tingkat permasalahan yang berbeda. Itulah yang akan menentukan karier seseorang kedepannya. Dan untuk membantu menunjang dalam berkarier, ada beberapa hal yang harus di prioritaskan seperti berpenampilan yang baik, bersosialisasi dengan baik, mempunyai pengalaman, disiplin, percaya diri, tidak terpaku pada satu hal, dan rendah diri. Itulah kunci untuk mencapai suatu keberhasilan yang diinginkan (“Tujuh faktor penunjang kesuksesan dalam karir,” 2014).

Pemahaman Jalur Karier
     Beberapa jalur karier yang akan dimiliki oleh seseorang. Secara umum tersedia 3 jalur karier yang dapat muncul dari tiap individu, yaitu: (a) Jalur karier akadamik, jalur karier ini merupakan jalur karier yang terbentuk dari latar belakang pendidikan seseorang, di mana individu diharapkan untuk menempuh jalan seleksi yang ada di bidang akademis sesuatu dengan ditetapkan dalam standar kurikulum; (b) Jalur keahlian, jalur karier ini terbentuk sebagai akibat keterampilan seseorang dalam bekerja, pada beberapa bidang terbentuk sebagai bentuk sistem akademis yang didominasi oleh pelatihan atau pengalaman kerja; (c) Jalur kreativitas, jalur karier yang terbentuk sebagai akibat dari kemampuan individu tersebut sebagai bentuk kreativitas atau seni; (d) Jalur entrepreneurship, jalur karier yang unik di mana individu dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan pengelolaan investasi. Karier dalam pemahaman praktis adalah proses yang harus melalui perencanaan dan melalui seleksi yang cukup panjang (Puspasari, 2011).
     Bagaimana seseorang individu memilih kariernya adalah hal yang menarik untuk ditelaah. Dalam beberapa individu cenderung untuk tidak dapat mendapatkan pilihan dalam mengembangkan kariernya. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang berpaling dari karier yang seharusnya disesuaikan dengan latar belakang pendidikan yang dijalanni oleh anak tersebut dalam bekerja, (a) bagaimana suatu karier dihargai, (b) paksaan dan pengaruh faktor eksternal, (c) tuntutan peranan dalam masyarakat, dan (d) new age career (Puspasari, 2011).

Solusi
     (“Solusi berkarier di tempat paling sesuai minat,” 2014). Banyak orang berkarier didasarkan pada keahlian saja. Sedangkan berkarier juga perlu mempertimbangkan minat dan kepribadian. Salah memilih karier hanya karena tidak mempertimbangkan kenyamanan dan passion dapat mengakibatkan frustasi dan merahnya rapor prestasi kerja. Berikut hal-hal penting dalam menentukan karier yang sesuai minat dan kepribadian. (a) tidak ada salahnya untuk kembali mengenali diri sendiri dan memelajari kepribadian anda sebelum menggunakannya sebagai dasar pemilihan karir, (b) jangan korbankan minat anda demi kepribadian, (c) seimbangkan kepribadian dengan keahlian, (d) konsultasikan panduan karier pada ahli psikologi karier.

Kesimpulan
     Setiap individu dapat berkembang secara unik untuk mencapai karier yang diharapkan akan dicapainya. Dari pengalaman yang terlihat, adalah sangat perlu bagi orang tua untuk mengelola karier anak sejak dini. Kebanyakan orang salah mengira bahwa karier adalah sama dengan pekerjaan, yang mana sebenarnya itu tidaklah tepat. Karier lebih mengikat kepada tujuan hidup dari individu ketika ia dewasa. Untuk mempersiapkan karier dari awal adalah proses yang tepat agar anak menjadi lebih terfokuskan dalam proses pengembangan kariernya.

DAFTAR PUSTAKA
Kalahkan lima sikap penyebab kegagalan. (2012). Diunduh dari http://female.kompas.com/read/2012/05/12/1007496/Kalahkan.5.Sikap.Penyebab.Kegagalan.
Lima faktor penghambat suksesnya karir. (2013). Diunduh dari http://www.lihat.co.id/2013/05/5-faktor-penghambat-suksesnya-karir.html.
Puspasari, A. (2011). Manajemen strategi karier anak: Panduan menjadi konsultan karier anak. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Setiawan, E. (2012/2014). Kamus besar bahasa Indonesia. Diunduh dari http://kbbi.web.id/karier.
Solusi berkarir di tempat paling sesuai minat. (2014). Diunduh dari http://pewartaekbis.com/berkarir-di-tempat-sesuai-minat/2436/#.
Tujuh faktor penunjang kesuksesan dalam berkarir. (2014). Diunduh dari http://gemintang.com/kisah-sukses-motivasi-inspirasi/7-faktor-penunjang-kesuksesan-dalam-karir/.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar